Dua Pantai Tersembunyi di Kabupaten Malang

Jalan-jalan ke Kota Apel, Malang, mungkin akan otomatis buat kamu terpikir untuk bereksperimen atau menjelajah soal apel. Mulai dari menghampiri kebun apel, memetik apel di kawasan Batu, sampai membeli keripik apel, pia mangkok, sari apel, bakso frozen di pusat oleh oleh Malang. Akan tetapi, tidak ada masalah juga kalau kamu mau mendatangi destinasi di luar buah-buahan itu, seperti berkunjung ke pantai-pantai tersembunyi berikut, lho!

Read More

Pantai Ngliyep

Pantai Ngliyep berada sekitar 62 kilometer dari pusat Kota Malang, tepatnya di Desa Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang. Kalau kamu ingin ke sini, kamu bisa gunakan kendaraan pribadi atau sewaan pun kendaraan umum berupa mikrolet GN1 atau GN2.

Menurut situs Ngalam.id, pantai ini sudah ditemukan sejak 102 tahun lalu dan dibuka secara resmi pada tahun 1951, lho. Di era 1980-an, bahkan, pantai ini adalah destinasi terpopuler seantero Jawa Timur, jauh sebelum Pantai Balekambang dan Pantai Sendangbiru dikenal luas.

Adapun penamaan pantai ini berasal dari panorama yang ditawarkannya. Sebab, pantai di tepi Samudra Hindia ini memiliki hamparan pasir putih yang lembut serta ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang. Riak ombak di bibir pantainya juga tidak begitu keras, jadi pengunjung bisa menikmati angin sepoi-sepoi ketika berkunjung ke sini. Oleh karena itulah, pantai ini dinamakan Pantai Ngliyep (liyep-liyep) atau “tertidur” dalam bahasa Jawa.

Tak cuma pasir putih, pepohonan hijau, serta deburan ombak kecil, tapi kamu juga bisa menikmati pemandangan Teluk Putri yang ada tak jauh dari titik pantai ini, lho. Untuk sampai ke situ, kamu cukup mendaki ke bukit atau gunungan pasir setinggi kurang lebih 40 cm. Hanya saja, jangan luput untuk selalu waspada dengan debur ombak, ya. Sebab, kadang kala deburan ombak di titik tersebut bisa cukup tinggi.

Pantai Licin

Pantai Licin terletak sekitar 80 kilometer sebelah tenggara Kota Malang, tepatnya di Dusun Licin, Desa Lebakjarho, Ampelgading, Kabupaten Malang. Julukan “tersembunyi” betul-betul pas disematkan pada pantai ini. Pasalnya, kamu hanya bisa gunakan kendaraan pribadi—disarankan motor—untuk mencapai lokasi ini. Hal ini tak lain karena akses menuju Pantai Licin yang cukup sulit dan terpencil.

Situs Ngalam.id mengutarakan jika jalanan sejauh 17 kilometer dari Desa Lebakharjo sampai ke Pantai Licin adalah menanjak dan menikung dengan kemiringan hingga 80 derajat. Tak cuma itu, sisi kiri jalan adalah jurang curam dan sisi kanan adalah tebing tinggi dengan bebatuan bekas muntahan Gunung Semeru. Tidak heran kalau kendaraan roda dua menjadi opsi transportasi terbaik buat sampai ke pantai ini, kan?

Berbeda dengan Pantai Ngliyep yang putih, Pantai Licin punya pasir berwarna hitam legam. Menurut penelitian, warna tersebut berasal dari lahar letusan Gunung Semeru, yang terbawa arus dari Sungai Glidik hingga bermuara di Pantai Licin. Selain warna pasirnya yang eksotis, pantai ini juga menawarkan panorama batu-batu karang yang cantik serta Pulau Nusa Barung di kejauhan. Deburan ombak yang keras dan kapal-kapal kayu nelayan pencari ikan juga merupakan pemandangan lain yang akan kamu lihat ketika mendatangi pantai ini.

Gimana? Kamu tertarik untuk singgah ke Pantai Ngliyep atau Licin?

Related posts